Kamis, 23 Mei 2013

Kesabaran Hati dalam Islam


Kesabaran hati yang lillah akan mendapat pahala, dan pahala itu di terima ketika pertama kalinya musibah datang, baik itu mendekati kematian, sakit, atau sesuatu yang memberatkan yang datangnya sewaktu-waktu kemudian dia sabar, dan mencari pahala,tidak mengucapkan sesatu yang tidak pantas baginya, tidak gelisah dan tidak mengatakan sesuatu yang jelek-jelek, dan mengucapkan Inna Lillahi Wainna Ilaihi Roojiuun Qodarullohi Wama Syaa Fa’ala.
Manusia ketika mendapat musibah ada beberapa keadaan ketika di mendapat musibah, ada kalanya lemas. Gelisah, sabar dan menahan dirinya dari kegelisahan, adakalanya ridho dan adakalanya syukur. Seorang hamba ketika mendapat musibah ada empat maqom/tempat
 Lemah, lemah adalah tempatnya gelisah, meratapi nasib dan marah dan ini tidak di lakukan kecuali orang yang akal dan agama dan keberanianya sedikit.
  1. Sabar adakalanya karena Allah, dan ada kalanya karena ketangguhan seorang manusia dalam menghadapi cobaan.
 Ridho, ridho itu di atas sabar, ketika dalam keadaan sekarat ini di sepakati harus sabar.
  1. Syukur, syukur itu lebih tinggi daripada ridho, sesungguhnya dia menyaksikan bahwa ujian itu adalah nikmat, ketika dia di coba maka dia syukur.

Kesabaran Hati Ada Di Antara 4 Keadaan

Empat keadaan termasuk di antaranya adalah kesabaran hati ketika manusia mendapat musibah

Melatih Kesabaran
  1. Marah-marah adakalanya dari dalam hatinya, lisanya atau anggauta badannya.
Marah-marah dengan hati adalah dalam hatinya ada rasa marah pada allah, menganggap jelek pada allah, dan merasa allah telah menganiaya dirinya dengan adanya musibah tersebut.
  1. Adapun dengan lisan, dia berteriak celaka dan kerusakan, dan dia memaki-maki pada putaran masa kerugian dan ucapan semisal yang menyakiti Allah.
  2. Adapun marah-marah dengan anggaouta badan adalah menampar pipinya, memukul-mukul kepalanya, menarik-narik rambutnya, merobek-robek bajunya dan yang semisalnya
Ini adalah beberapa keadaan marah yang haram mendapatkan pahala, dan tidak menghilangkan musibah bahkan mendapat dosa, maka dia mendapat dua musibah, musibah dalam agama yaitu marah ketika mendapat musibah dan musibah dunia yang menyakitkan padanya.
Keadaan kedua sabar atas musibah dengan menahan dirinya, tidak benci pada musibah dan lisannya tidak mengatakan sesuatu yang di benci oleh Allah, anggota badanya tidak mengerjakan sesuatu yang di benci Allah, dan hatinya tidak menggerutu selamanya pada Allah.
Keadaan yang ketiga adalah manusia itu hatinya ridha dengan musibah ini dan dia ridha dengan keridhoan yang sempurna, seperti dia tidak mendapat msuibah.
Keadaan yang ke empat adalah syukur kepada Allah, rasulullah berkata ketika kamu melihat sesuatu yang membencikan ucapkanlah, Alhamdulillah ‘ala kulli haal. Syukur kepada Allah akan mendapatkan tetapnya pahala yang banyak daripada musibah yang menimpanya.
قال شيخ الإسلام ابن تيمية(728هـ) ـ رحمه الله تعالى ـ إنما الصبر الصدمة الأولى والصبر واجب باتفاق العلماء
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullohu ta’ala berkata, sesungguhnya sabar itu ketika pada ketukan yang pertama, para ulama sepakat ketika dating musibah wajib untuk sabar.
قال ابن القيم (ت751هـ) ـ رحمه الله تعالى ـإنما الصبر الصدمة الأولى والصبر واجب بإجماع الأمة، وهو نصف الإيمان، فإن الإيمان نصفان: نصف صبر، ونصف شكر
والصبر هو: حبس النفس عن الجزع والتسخط، وحبس اللسان عن الشكوى، وحبس الجوارح عن التشويش
Ibnul Qoyyim rohimahullohu ta’ala berkata, sabar itu ketika pada ketukan yang pertama, dan wajib sabar, sabar itu separuhnya iman, sesungguhnya iman itu ada dua bagian, bagian sabar dan bagian syukur.

Kesabaran Hati Dan Pengertiannya


Kesabaran Seorang Suami
Kesabaran Hati adalahmenahan diri dari gelisah, kemarahan, menahan lisan dari mencaci , dan menahan anggota badan dari kebingungan.
b. Ridho dengan keputusan dan Qodar Allah dan menyerah pada Allah dengan sempurna, ini adalah sifat paling tingginya orang iman yang pasrah kepada Allah, membenarkan pada janjinya Allah, ridha dengan hukum dari ALlah, dan ridha pada keputusan dan qodar Allah. Iman pada qodar termasuk dari beberapa rukun iman, dalam hadistnya umar bin khattab yang sangat panjang rasulullah berkata :
قال صلى الله عليه وسلم : أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره
Artinya : Iman itu adalah Iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitabnya Allah, rasul-rasulnya Allah, iman pada hari akhir, dan iman pada qodar baik dan jelek.
Ucapan Istrija’ (إنا لله وإنا إليه راجعون )
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ * سورة البقرة 156
Artinya : Mereka ketika tertimpa musibah mengucapkan sesungguhnya kami milik allah dan kami akan kembali kepada Allah.
مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ، فَيَقُولُ: {إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ} [البقرة: 156] ، اللهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَجَرَهُ اللهُ فِي مُصِيبَتِهِ، وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا * رواه مسلم
Artinya : tidak ada seorang hamba yang tertimpa musibah lantas mengucapkan
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
Kecuali Allah akan memberikan pahala atas musibah tersebut dan mengganti yang lebih baik dari pada musibah yang menimpanya.
d. Dan mengetahui bahwa dunia itu tempatnya cobaan dan ujian, sebagaimana firman Allah :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ * سورة البقرة 155
Artinya : Niscahya sungguh aku akan menguji kalian dengan sesuatu dari rasa kawatir, kelaparan, kekurangan harta, diri dan buah buahan,dan berilah kabar gembira padaorang-orang yang sabar.

Kesabaran Dalam Cinta
e. Dan ingat bahwa seorang hamba, keluarganya dan hartanya milik allah, allah akan mengambil miliknya dan allah akan memberikan miliknya dan segala sesuatu yang menjadi miliknya itu ada masanya.
f.  Ketika tertimpa musibah minta pertolongan kepada Allah dengan sholat,
وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ * سورة البقرة 45
Artinya : Dan minta tolonglah pada Allah dengan sabar dan sholat.
g. Ingat akan pahala tas kesabaranya :
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالمَلاَئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ * سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ * سورة الرعد 23-24
Artinya : (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-rang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.  (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.
Di Angkat Derajatnya
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنَ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ، لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ، أَوْ فِي مَالِهِ، أَوْ فِي وَلَدِهِ» قَالَ أَبُو دَاوُدَ: زَادَ ابْنُ نُفَيْلٍ: «ثُمَّ صَبَّرَهُ عَلَى ذَلِكَ – ثُمَّ اتَّفَقَا – حَتَّى يُبْلِغَهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى * رواه ابو داود
Orang-orang yang sabra akan di tetapi pahalanya
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ * الزمر 10
Artinya : Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
Orang yang sabar di sertai Allah
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ * البقرة 153
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Mendapat Kecintaan dari Allah
وَاللّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ * سورة ال عمران 146
Artinya : Dan Allah cinta pada orang-orang yang sabar.

Kesabaran Ada Batasnya
Menghapus dosa atas musibah yang menimpanya baik itu musibah besar ataupun kecil
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
Artinya : Tidak ada seorang muslim yang terkena payah, sakit terus menerus, gelisah, susah, sesuatu yang menyakitkan, sedih, sehingga duri yang menusuknya kecuali Allah menghapus kesalahan-kesalahnya.
Perlu di garis bawahi bila kita mendapat nikmat maka syukur, mendapat cobaan sabar, mendapat musibah istirja’ dan bila melakukan
kesalahan maka bertaubatlah, mumpung pintu taubat masih terbuka untuk orang yang mau bertaubat

Arti Kesabaran dalam Hidup


Kembali membuka tirai kehidupan yang sebenanya. Berusaha memperjelas pandangan yang masih kabur dalam kehidupan. Mencoba memahami hari demi hari yang telah terlewati. Menggali misteri- misteri yg masih terpendam, serta mengeluarkannya dalam bentuk serpihan- serpihan ilmu agar mudah dipahami.

“Kesabaran..” Ya. Sebuah kata yang sering kali kita ucapkan. Kata yang menjadi penghibur hati, saat deburan masalah dan cobaan menghampiri. Sebuah kata yang menjadi penenang jiwa, saat gundah gulana melanda. Namun, tahukah Anda arti “Kesabaran yang Sebenarnya.?”

Banyak teman kita yang tidak merasakan kebahagiaan dalam menjalani hidup ini karena kurangnya rasa syukur dan sabar. Padahal, suatu kebahagiaan dibangun dengan 2 landasan, yaitu syukur dan sabar. Sabar bukanlah diam tanpa kata. Sabar bukanlah diam menunggu berlalunya sesuatu. Dan sabar bukanlah sikap pasrah dalam menghadapi sesuatu.

Namun “Kesabaran yang Sebenarnya” adalah: sifat itiqomah, disertai keimanan dan ketaqwaan saat menjalani rangkaian cobaan dalam mahligai kehidupan, baik itu kesedihan maupun kebahagiaan. Banyak orang yang belum memahami arti sebuah ‘Kesabaran yang Sebenarnya’, sehingga mereka mengatakan: “Kesabaran itu ada batasnya”. Padahal sabar itu tanpa batas. Kesabaran akan terus bertambah seiring dengan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt.

Hal ini pernah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw. Disaat beliau berjuang menyebarkan agama islam dengan kelembutan hatinya, banyak orang- orang kafir yang memusuhinya. Nabi Muhammad diancam, dicaci, diludahi, bahkan dilempar dengan kotoran sekalipun. Namun beliau tetap tersenyum dan tidak menaruh dendam sedikitpun, sehingga ia mendapatkan gelar ‘Ulul Azmi’, karena mempunyai tingkat kesabaran dan ketabahan yang luar biasa.

Bagaimana dengan keadaan kita sekarang..? Saat segelintir cobaan menerpa, kita langsung mengeluh dan putus asa. Padahal, tahukah Anda.? Bahwa cobaan yang kita hadapi ini belum ada apa- apanya, karena sesungguhnya cobaan dan ujian terberat dialami oleh para Nabi dan Rosul.

Sa'ad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?" Nabi saw menjawab: "Para nabi, kemudian yang menyerupai mereka dan yang menyerupai mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Jika agamanya tipis (lemah) dia diuji dengan ringan dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus- menerus hingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa- dosa”. (HR. Bukhari)

Rosulullah pun bersabda: “Ketahuilah, apa yang luput dari kamu adalah sesuatu yang pasti tidak mengenaimu, dan apa yang akan mengenaimu pasti tidak akan meleset dari kamu. Kemenangan (keberhasilan) hanya dapat dicapai dengan kesabaran. Kelonggaran bersamaan dengan kesusahan dan datangnya kesulitan bersamaan dengan kemudahan”. (HR. Tirmidzi)

Allah juga berfirman dalam Q.S Al Anfaal: 66, “Jika ada diantaramu 100 orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 200 orang; dan jika diantaramu ada 1000 orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan 2000 orang, dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang- orang yang sabar”.

Allah bahkan memberikan penghargaan yang luar biasa kepada orang- orang yang sabar dalam firmannya: "Salamun 'alaikum bima shabartum" (Selamat atasmu karena kesabaranmu), maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (Q.S Ar Ra’d: 24). Sabar telah menjadi kunci kesuksesan dalam mengarungi deburan ombak kehidupan. Karena sabar menjadi senjata kita untuk meraih datangnya pertolongan Allah swt.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang- orang yang sabar”. (Q.S Al Baqarah: 153). Bagaimana dengan Anda..??

Masihkah Anda mengatakan bahwa ‘Kesabaran itu ada batasnya.?’ Dan sudahkah Anda menjadi manusia- manusia tangguh yang mempunyai ‘Kesabaran yang Sebenarnya..? Waktu masih panjang, dan jalan yang harus ditempuh masih jauh. Jadi masih ada waktu untuk berbenah diri, dan mencari serta melakukan apa yang terbaik di Dunia ini, ‘hidup ini tidak hanya sekali’. Maka janganlah kita menyesal di kemudian hari. Amiin…

Nilai Sebuah Kesabaran Di Dalam Hubungan Cinta


Kadang kita bertanya pada diri sendiri, mengapa diuji dengan pelbagal dugaan dan permasalahan yang kadang kita rasakan kita tidak mampu untuk mengatasi..

Dan kerana kita masih lagi tertanya tanya, pasti ada bisikan bisikan yang menyuruh kita melakukan perbuatan dan perlakuan yang amat ditegah oleh agama..

Seharusnya kita mengambil sikap bersabar dan tabah semasa diturunkan ujian ujian dari Allah SWT dan mencari jalan penyelesaian dengan bijak..

Semoga kita tabah dan sabar dalam menempuh ujian dan dugaan.. Walau seteruk mana kita diuji, ingatlah kita kena yakin padaNya.. Bersabarlah..


Dan tidak terlepas jua pada sebuah perkahwinan yang dibina.. Bermacam macam masalah dihadapi oleh suami isteri.. Namun, jika hanya saling menyalahi antara satu sama lain sampai bila bila takkan selesai..

Sesungguhnya Allah SWT bersama dengan orang bersabar dan tabah.. Mengadulah padaNya.. Yakin dan percaya, setiap yang berlaku punyai hikmah atas setiap kejadian.. 
Bertapa manisnya satu perhubungan itu bila masing masing mengerti dan memahami akan tanggungjawap yang diamanahkan.. Bertapa indahnya cinta, bila jalan berliku yang dilalui sama sama memimpin tangan mengharungi tanpa ada sesalan.. 

Kadang kita tidak mengerti mengapa diuji hingga bertalu talu hingga kadang tidak mampu untuk teruskan perjalanan.. Kita sedari dan tahu ertinya sakit yang mencengkam dada.. Terasa sepi dan pilu menghiasi dunia..


Dan hingga satu masa, kita merasakan kosong, keseorangan tanpa ada rasa akan dalam jiwa.. Seolah dunia itu bertindak kejam dan tidak adil pada kita.. Hendak ditangisi air mata, langsung tiada lagi..


Dan bersabarlah.. Kerana Allah bersama sama dengan orang yang sabar.. Sabar itu bukan kerana kita tidak mampu untuk melakukan sesuatu.. Tapi kita redha akan ujian dan dugaan terhadap kita..

Kadang kebenaran yang terserlah itu mencederakan hati kita.. Dan kita luka dan terus luka.. Dan kita sendiri tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan seakan tiada lagi jalan penyelesaian.. Kita takut dan amat takut akan kenyataan yang sebenarnya hingga kadang kita hanya mampu lagi tersenyum walau pada hakikatnya kita mahu menangis sekuat kuatnya
Kenapa berjanji tapi memungkiri? Dan kenapa pula bila berbicara penuh dengan dusta.. Masih tersalah langkah atau hati penuh dengan hasad? Dan bila diberi amanah, mengapa pula memusnahkan tanggungjawap? Bukankah sifat itu sifat terkeji, sifat orang munafik?
Mereka mereka tidak mengerti apa yang dirasakan kita kini.. Mereka memandang dan hanya petah berbicara.. Mata yang melihat tidak menyelami apa yang dirasakan oleh hati dan jiwa kita.. Kita sendiri mampu lagi memberi senyuman.. Dan senyuman itu terus menutup kesakitan yang dialami..

Dan kita terdetik di naluri, andai mereka berada di tempat kita, adakah masih mampu mereka menerimanya dengan ketabahan?

Moga diberikan kekuatan pada kita, untuk menghadapi dugaan dan fitnah dunia.. Sesungguhnya Allah bersama sama dengan orang yang sabar~ 
Menyintai seseorang yang tidak menyintai kita amatlah terasa sakit.. Dan lebih menyedihkan bila dirinya kita miliki namun hatinya tidak dapat kita sentuhi..



Nota:
Kesabaran itu penting dalam sesebuah perhubungan.. Bertolak ansur dan memberi sedikit ruang untuk mengalah kadang bukan bererti satu kesalahan dan kekalahan.. Kerana apa yang penting bukan kemenangan tapi kepentingan sesebuah hubungan itu agar lebih terjalin..

Sungguh amat aku sayangkan kamu..

Puisi Harapan Ku Dalam Kesabaran Ku Menanti Mu


Terbelah hati yang enggan tuk melepas durinya
Meski telah tau duri itu menyakitkan
Tapi ia pun tahu bahwa itu lah rasa yang akan mengebalkan hati ini sebelum hancur
Ia tau selalu merasa tersakiti
Tapi ia bertahan dan tak ingin berpaling
Dan kesalahan itu lah yang selalu teringat
Ia tahu dirinya lemah
Tapi mencoba tuk bertahan dan melawan rasa lemahnya
Ia tahu hatinya telah retak
Tapi ia selalu mencoba mengkokohkan kembali
Ia.. tak akan menyerah sampai hatinya hancur
Dan ia,,,
Ia adalah Aku
Rasa itu adalah Aku
Sakit itu adalah Aku
Hati itu adalah Aku
Dan Aku,,,
Menunggu dan bersabar dalam ikatan yang belum pasti
Tapi aku tetap meyakinkan diri ku sendiri
Yakin bahwa dia adalah anugerah ku
Dia separuh jiwa dan nafas ku
Dia dalam satu hati ku
Karya : Reni Resti Sundari

Kisah Nyata : Keajaiban Kesabaran dan Kekuatan DO'A Seorang ISTRI Diperbarui lebih dari setahun yang lalu



Kisah Nyata :
Keajaiban Kesabaran dan Kekuatan DO'A Seorang ISTERI
[Bukan Permata Biasa]

Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.

Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya. Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh.

Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada dirumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.

Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam.
Do'a "Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin" mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya.

Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.

Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri kerumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.

Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana dikamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.

Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak disudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik.

Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. “Ya bagaimanapun yang dihadapi Alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban.”

Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. “Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku.” Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.

Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, “Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini didunia ini.” Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya.

Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushallanya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.

Sang suami menuturkan,

“Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur dikamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar ditengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada diperaduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk dimalam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri dihadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku”

Seusai shalat ia memandang kearah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya.

Masya Allah, SubhanAllah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati.

Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdo'a. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdo'a sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.

Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap ditaman kenikmatan, dihadapan Rabbnya.

Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.

Inilah buah dari do'a wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.

Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da’i besar dikota Madinah.

Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan “bukan permata biasa”. (Ummu Asyrof dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak)

Diambil dan diketik ulang oleh Redaksi dari: Majalah Elfata edisi 08 volume 07 tahun 2007.

7 Pemikiran Mengenai Kesabaran yang Tak Lekang Waktu


“Tuhan menganugerahi kejeniusan tanpa kesabaran bagi seseorang, dan kesabaran bagi orang lain tanpa kejeniusan. Prestasi yang bisa diraih oleh gabungan kedua hal tersebut seringkali mengejutkan.”
- Walter C. Klein -
”Kesabaran merupakan mitra kebijakan.”
- St. Augustine -
“Jika saya berhasil membuat sebuah penemuan yang berharga, hal tersebut lebih merupakan hasil kesabaran saya dibandingkan dengan keahlian lain yang saya miliki.”
- Sir Isaac Newton -
Salah satu keahlian paling membantu yang dapat dimiliki oleh seseorang jika ia ingin bertumbuh adalah kesabaran. Kesabaran dan keuletan dapat membantu anda melalui semua tantangan.
Namun mengapa rasanya sulit untuk menjadi sabar? Dan bagaimana kesabaran dapat membantu anda dalam kehidupan?
Berikut merupakan tujuh pemikiran yang tak lekang waktu yang mungkin dapat membantu anda menjawab pertanyaan diatas.
1. Pemahaman Sosial Dapat Menghalangi Langkah Anda.
“Bagaimana masyarakat yang ada saat ini, dengan segala hal yang serba instan, dapat mengajarkan kesabaran pada para kaum muda?”
- Paul Sweeney -
Segala hal bergerak dengan sangat cepat dalam masyarakat saat ini. Segala hal yang bersifat instan sudah tertanam dalam pikiran banyak orang.
Saya tidak mengutarakan hal ini untuk menentang keadaan masyarakat saat ini. Saya mengatakan hal ini untuk memberikan sedikit penjelasan mengenai mengapa kesabaran sulit untuk dipahami dan digunakan untuk keuntungan anda.
Pemahaman sosial tidak terlalu memperhitungkan kesabaran. Tuntutan masyarakat saat ini adalah untuk melakukan sesuatu dengan segera. Dan setelah terbiasa dengan cara tersebut, anda mungkin ingin memiliki banyak hal dengan segera. Sehingga pemikiran mengenai kesabaran mungkin sedikit.. aneh.
2. Anda Akan Memperolehnya Dengan Kesabaran.
”Ia yang memiliki kesabaran, dapat memiliki apa yang ia inginkan.”
- Benjamin Franklin -
Pemikiran ini mungkin tidak begitu populer diantara orang-orang. Mereka mungkin tidak ingin mendengarnya. Namun hal inilah yang dilakukan oleh orang-orang sukses. Mereka bersabar.
Mungkin sebagian orang menganggap kesuksesan tersebut merupakan buah dari bakat besar yang mereka miliki. Bakat mungkin merupakan penyebabnya. Namun orang-orang mungkin tidak melihat kerja keras yang mereka lalui selama bertahun-tahun sebelum mereka mencapai kesuksesan. Atau mereka memilih untuk tidak melihat sisi lain tersebut dan merasionalisasi hal tersebut menjadi “bakat”. Sehingga mereka tidak harus memikirkan fakta bahwa mereka memiliki peluang untuk bekerja keras untuk mencapai kesuksesan tersebut. Bahkan peluang untuk mewujudkan impian yang mereka miliki saat ini.
Akan lebih mudah bagi sebagian orang untuk menyimpulkannya sebagai bakat, dan tetap memimpikan keberhasilan yang serba instan.
3. Jangan Menyerah.
”Kesabaran sangatlah penting; seseorang tidak bisa segera memanen lahan yang ia baru tanam.”
- Soren Kierkegaard -
“Bukan karena saya pintar, namun karena saya menghadapi masalah lebih lama.”
- Albert Einstein -
Karena masyarakat meminta kita untuk menemukan cara tercepat dalam melakukan sesuatu, maka sangatlah mudah bagi kita untuk menyerah setelah anda mengalami kegagalan hingga 5 kali. Hal tersebut sangatlah wajar, namun apa yang terjadi jika seseorang terus berusaha? Dan untuk setiap kegagalan orang tersebut semakin memperoleh lebih banyak keahlian untuk mengatasi masalah tersebut?
Saya berpendapat bahwa orang-orang membuat kesalahan dengan menyerah terlalu cepat. Pikiran anda mungkin memiliki kerangka waktu untuk mencapai kesuksesan. Kerangka semacam ini mungkin tidak berhubungan dengan kerangka berpikir anda dalam dunia nyata.
Cukup berguna jika anda melepaskan diri sejenak dari perspektif yang diiklankan dan membiarkan kenyataan meresap ke dalam pikiran anda. Belajarlah dari orang-orang yang telah mencapai tujuan yang anda inginkan. Ajak mereka bicara, bacalah apa yang mereka katakan dalam buku atau melalui internet. Hal ini tidak akan memberikan rencana secara utuh namun dapat memberikan anda perspektif yang diperlukan untuk mencapai tujuan anda.
Bukan berarti anda tidak pernah berhenti, namun hal semacam ini akan membantu anda bertahan anda lebih lama.
Dan hal ini juga bukan berarti anda harus melakukan hal yang sama berulang kali. Sebaiknya anda melakukan kerjanya dan memperoleh pengalaman. Ambil pelajaran dari apa yang bisa anda pelajari dari kehidupan nyata. Lalu ubahlah tindakan anda dan cobalah lagi.
4. Bersabar Memberikan Anda Keuntungan.
”Keunggulan yang diterima oleh orang lain dibandingkan dengan orang lain adalah tetap menjaga diri untuk tetap tenang dan memegang kendali dalam setiap keadaan.”
- Thomas Jefferson -
Sementara orang lain kehilangan kendali, anda bisa tetap tenang dan bersabar. Sementara orang lain menyerah setelah mencoba beberapa kali, anda terus mencoba. Sementara orang lain berlarian mencari solusi tercepat bagi masalah mereka, anda tetap bertahan di jalur anda.
5. Kesabaran Merupakan Bentuk Proteksi.
”Kesabaran merupakan perlindungan dari kesalahan sama halnya seperti pakaian melindungi anda dari rasa dingin. Jika anda mengenakan lebih banyak baju ketika udara semakin dingin, rasa dingin tidak akan memiliki pengaruh terhadap anda. Jika anda menumbuhkan rasa sabar dalam diri anda ketika anda melakukan kesalahan, kesalahan tersebut tidak akan berdampak apapun pada diri anda.”
- Leonardo Da Vinci -
Poin ini sangat bermanfaat bagi anda. Dengan kesabaran, kesalahan atau kegagalan tidak akan berakhir seperti akhir dunia. Kegagalan tidak lagi memiliki kekuatan emosional atas diri anda hingga membuat anda menyerah. Jika anda tetap mengerjakan apa yang anda yakini dan terus menyesuaikan cara anda melakukan sesuatu maka kehidupan anda akan membaik.
6. Bangunlah Kesabaran.
”Kesabaran tidak dapat diperoleh dalam waktu semalam. Membangun kesabaran sama halnya dengan membangun otot. Setiap hari anda harus mengusahakannya.”
- Eknath Easwaran -
”Kita tidak akan pernah belajar menjadi berani dan sabar jika hanya ada sukacita di dunia ini.”
- Helen Keller -
Semakin anda bersabar, semakin mudah hal-hal di sekeliling anda. Kesabaran sama seperti otot yang anda bangun selama bertahun-tahun.
Seperti yang dikatakan Keller, kehidupan dapat mengajarkan anda menjadi lebih sabar. Dalam masa-masa sulit kadang anda tidak memiliki pilihan lain selain untuk bersabar. Masa-masa inilah yang akan memperkuat kesabaran anda.
Ketika kita muda kita memperoleh hal-hal yang kita inginkan dengan mudah dari orang tua dan orang dewasa lain. Ketika beranjak dewasa kita balajar bahwa orang-orang tidak memberikan semua yang kita inginkan. Jika kita menginginkan sesuatu kita harus belajar untuk bersabar.
Jika tidak, maka kita akan terperangkap dalam situasi dimana kita mengambil hal-hal tidak sesuai dengan keinginan anda. Hal ini bisa menimbulkan rasa ketidakpuasan dalam diri anda.
7. Bersabarlah Dengan Diri Anda Sendiri.
“Bersabarlah dalam segala hal, namun yang terpenting adalah bersabar terhadap diri anda sendiri. Jangan sampai keberanian anda hilang karena anda menyadari ketidaksempurnaan anda, sebaliknya berpikirlah untuk memperbaikinya – setiap hari mulailah dengan baru.”
- St. Francis de Sales -
Hal ini sangatlah penting untuk anda ingat jika anda dalam tahap mengembangkan kepribadian serta kehidupan anda. Karena hal-hal mungkin tidak selalu sesuai dengan apa yang anda inginkan. Anda akan mengalami kegagalan, anda akan menyerah karena merasa takut, anda akan melakukan hal-hal yang anda tahu seharusnya tidak anda lakukan.
Jangan menjatuhkan diri anda sendiri atau menyerah. Bersabarlah dengan diri anda sendiri. Dan cobalah lagi keesokan harinya.